Ketika Anak-anak Berantem


Terkadang punya 2 anak laki-laki itu bagaikan punya bodyguard pribadi, tapi terkadang saya merasa bagaikan wasit pertandingan bela diri. 😨


 Sejak masih balita Kaka-Ade sering sekali rebutan, padahal sudah dibelikan 2 item yang sama. Baju sama, mainan sama, jajanan sama, sampai semua orang berpikir mereka anak kembar. Tapi memang dasar anak-anak, tetap saja mereka akan rebutan, berantem hingga salah satu dari mereka menangis. Atau dua-duanya akan menangis. Atau saya yang menangis saking lelahnya jadi wasit atau saya terkena pukulan/tendangan nyasar mereka. Hahaha 

"Ah nanti juga kalau sudah besar mereka gak akan rebutan atau berantem lagi." Pikir saya saat itu....Ternyata saya salah, hingga sebesar ini pun mereka masih saja suka berantem!  

 Padahal selera mereka sudah berbeda, mereka tidak mau lagi punya barang yang sama, walaupun saya tetap membelikan 2 barang yang sama atau setidaknya berharga sama agar mereka tidak saling iri. Tapi semakin besar, mereka berantem bukan karena rebutan mainan tapi seringnya karena saling ledek-ledekan atau karena salah satu dari mereka kalah main game *tepok jidat*

 Seperti kemarin, awalnya akur main game berdua, lalu saling ledek, dan akhirnya berantem. Berhubung dua-duanya sudah besar dan masing-masing jago karate, jangan ditanya dech berantem kayak gimana. Hahaha. Sebagai wasit saya harus siap terkena pukulan nyasar. 😧 

 Dimarahin atau tepatnya diteriakin juga gak akan mempan. Anak usia jelang abg begini tidak bisa pakai cara yang 'kasar' seperti dipukul misal, karena jiwa mereka sedang labil-labilnya. Memarahi atau memukul anak hanya akan meninggalkan luka hati yang mendalam dan mempengaruhi kejiwaan anak. (Saya akan bahas masalah ini lebih mendetail next time dech)

 Solusi saya sech, tanpa ba-bi-bu saya langsung gerak cepat mengambil HP mereka, dan semua gadget yang mereka punya. Semuanya disita dan baru akan dikasihkan kalau mereka saling minta maaf atau baikan. Mereka pun langsung diam. Duuuh dasar ya anak jaman sekarang, lebih nurut sama HP daripada sama Bundanya. Hahaha

 3 jam lebih mereka masih tetap saling salah-salahan, karena tidak ada yang mau mengaku salah dan gak mau minta maaf duluan. Trus saling diem-dieman, dan duduk saling jauh-jauhan padahal sambil sesekali saling lirik. Akhirnya mereka mau saling minta maaf, lalu kompakan meminta HP mereka yang saya sita.

 Setelah itu mereka pun akur kembali. Kembali main game berdua, ketawa-tawa bagaikan tanpa masalah. Tinggal saya yang merasa lelah. "Apa-apaan itu tadi???" *teriak tapi tanpa suara* 😱

Ah memang kelakuan anak-anak itu sangat lucu, sehebat apapun mereka bertengkar, mereka akan akur kembali karena 'Brother make the best friends' Saya pun hanya bisa tersenyum, sambil merekam kelakuan saat mereka berantem. 

 Tentunya semua rekaman itu tidak akan saya tunjukkan sekarang, tapi nanti. Nanti saat mereka dewasa, atau saat mereka sudah menikah dan sudah punya anak-anak, baru dech saya tayangkan rekaman itu. Agar mereka bisa lihat bagaimana kelakuan mereka berdua saat kecil. Itu akan jadi momen flashbask yang paling indah! *ketawa jahat banget* Ahahahahaha


(^_^) KEEP CALM & LOVE YOUR BROTHER..!

0 comments:

Post a Comment

Bila ada pertanyaan, silahkan tinggalkan komentarnya. I will try to reply as soon as possible. NO SPAM !! Semua komen spam dan spam link yg tidak berhubungan dengan postingan akan di hapus! (^_^) Arigatou ne