Pengalaman Naik Cititrans



Pengalaman Naik Cititrans

Saat mudik ke Jepang kemarin, saya dapat flight malam, tengah malam tepatnya. Awalnya saya pilih tiket malam karena mikir, enak pas naik pesawat tinggal tidur aza. Tapi ribetnya pas mau berangkat ke bandaranya serba salah karena jarak antar kota yang memisahkan rumah saya dan bandara, hahaha.

 Kalau saya minta antar si Ayay, kasihan nanti pulangnya nyopir tengah malam sendirian karena anak-anak lagi gak libur jadi gak mungkin ikut. Kalau naik bus, malam-malam begitu saya gak berani kalau harus sendirian ke terminal kampung rambutan untuk lanjut naik damri. Bingung dech! 

 Akhirnya Ayay nyaranin untuk pakai shuttle car atau mobil travel yang langsung mengantar ke bandara. Awalnya saya masih takut karena saya tetap harus berangkat sendirian, kalau saya diculik gimana? *halaaah* 😐 tapi setelah browsing sana-sini, mencari mobil travel yang selain aman juga nyaman, akhirnya saya memutuskan untuk coba naik Cititrans Executive Shuttle.


Pengalaman Naik Cititrans
Alamat Pool Cititrans Dipatiukur: Jl. Dipatiukur No.53, Lebakgede, Coblong, Kota Bandung.
Telepon: 0804 111 1000

 Saya memilih pool Cititrans yang ada di dipatiukur Bandung, soalnya gak hafal lokasi pool Cititrans yang lain. Ayay cuma nganterin sampai ke pool aza, dia gak bisa ikut ke bandara karena banyak kerjaan dan kasihan anak-anak ditinggal dirumah. Lokasi pool dipatiukur ini gampang dicari, karena saya sudah sering lewat kesana. Ruang tunggunya cukup luas dan nyaman dengan banyak sofa, ada colokan listrik juga bagi yang mau charge hp. Ada dispenser air panas dan kopi juga, tapi saya gak nyobain sech. Saat bayar tiket ke kasir, saya dikasih 1 botol air mineral, ya lumayan jadi gak perlu beli air lagi.

 Untuk biayanya, 1x perjalanan dari bandung menuju bandara Soetta Rp 160.000 (bonus air mineral 1 botol, hehe) Sebenarnya lumayan mahal kalau dibandingkan naik bus biasa, bahkan dibandingkan dengan shuttle car lainnya sedikit lebih mahal, tapi saya merasa Cititrans lebih nyaman dan aman karena rekomendasi teman dan baca review bagus yang sudah pengalaman naik Cititrans.

Pengalaman Naik Cititrans

 Saya pilih keberangkatan sore, setelah bayar tiket saya masih harus menunggu sekitar 40 menit sebelum waktu  keberangkatan. Dan 5 menit sebelum jam berangkatan seluruh penumpang dipanggil untuk segera naik. Saat itu parkiran pool mobilnya penuh, ternyata mobil yang akan saya tumpangi parkir di ujung, dan jadi mobil paling mentereng karena terlihat sekali masih barunya, beda kinclongnya dengan yang lain. Sopirnya pun bilang kalau mobil ini armada baru, jadi wanginya pun beda, wangi mobil baru, hahaha. 

 Shuttle car Cititrans yang saya tumpangi ini berjenis Mercedes-Benz Sprinter, dengan 6 kursi penumpang dibagian belakang dan 1 di depan. Bagian seat penumpangnya jauh lebih lega daripada mobil shuttle car lainnya, bahkan saya bisa berdiri dan berjalan didalamnya tanpa harus menunduk. 

Pengalaman Naik Cititrans
Foto di ambil dari web Cititrans
 Mobilnya gede, area kursi penumpangnya luas, kursinya nyaman, empuk banget, tapiii kok kosong gak ada penumpang lain!?! Aduh rada horror dong 😕 Saat akan berangkat saya akhirnya memilih untuk duduk didepan sebelah sopir. Takut ah duduk dibelakang sendirian teringat segala macam film horror* hahaha.
Pengalaman Naik Cititrans
Pengalaman Naik Cititrans
  Duduk didepan ternyata amat sangat nyaman, kursinya lega banget, kaki pun bisa selonjor kedepan, tapi untuk naiknya rada susah, begitupun pas duduk kaki saya agak ngegantung, maklum tinggi badannya minimal, hahaha. Kebetulan dapat pak sopirnya gak banyak ngomong, saya ajak ngobrol pun dia jawab dengan singkat-padat-tepat 😁

 Sepanjang perjalanan saya asyik online sambil dengerin musik melalui earphone. Gak perlu khawatir lowbatt karena disetiap pinggiran kursinya ada slot untuk charger usb. Perjalanan dari bandung menuju jakarta lancar, jalanan terasa mulus jadi saya pun bawaannya ngantuk tapi gak berani tidur! Maklumlah karena pergi sendirian dan sendirian pula dimobil jadi saya lebih waspada aza walaupun pak sopirnya baik. 

 Perjalanan mulus dan lancar jaya ternyata hanya sesaat, karena setelah itu jalanan macet total. Pak sopir pun minta izin untuk berhenti sebentar di rest area, saya pun setuju karena lapar pengen beli cemilan. Kami pun istirahat di rest area kecil, lupa km berapa tapi sepertinya ini rest area khusus shuttle car karena parkirannya kebanyakan berisi shuttle car, hehehe. Setelah puas istirahat kami melanjutkan perjalanan, macet pun terus berlanjut bahkan lebih parah saat sudah masuk area jakarta. Pas jam pulang kantor sech, jadi macetnya gila-gilaan. Saya pun mulai cemas karena takut terlambat sampai bandara 😥
 Tapi akhirnya sampai juga dibandara jam 10.30 malam, pas waktu check in! Begitu sampai, pak sopir langsung bantu menurunkan koper saya, lalu saya dadah-dadahan sama pak sopir langsung check in kedalam bandara. Haha, habisnya mau dadah-dadahan sama siapa lagi selain sama pak sopir, biar kesannya gak sedih banget gitu kalau saya pergi sendirian. 😜

 Overall, pengalaman saya naik Cititrans sendirian (benar-benar sendirian jadi penumpang, hahaha) sangat menyenangkan dan worth it. Gak rugi dech ngeluarin duit sedikit lebih mahal, karena saya tinggal duduk nyaman, dengerin musik, dan sampai tujuan dengan selamat. Gak perlu khawatir akan calo-calo dan preman terminal, gak ada pengamen, adem gak perlu panas-panasan.  Next time kalau harus ke jakarta sendirian lagi, saya lebih memilih naik shuttle car daripada naik bus.


(^_^) KEEP SAFETY WHEN TRAVELING ALONE

1 comment:

  1. ini armada langganan aku buat ke event di Jakarta mak hahahaa selain Day Trans kalau rutenya ke Jaksel :)

    www.dajourneys.com

    ReplyDelete

Bila ada pertanyaan, silahkan tinggalkan komentarnya. I will try to reply as soon as possible. NO SPAM !! Semua komen spam dan spam link yg tidak berhubungan dengan postingan akan di hapus! (^_^) Arigatou ne