Travel Review; Cathay Pacific Airlines Jakarta - Hongkong

Travel Review; Cathay Pacific Airlines Jakarta - Hongkong

 Bulan maret lalu saya pulang ke Jepang karena ada urusan keluarga, kalau biasanya saya naik pesawat lowcost untuk menghemat biaya, kali ini saya memilih full service airlines. Biasanya saya memilih turun di osaka lalu lanjut terbang dengan pesawat lokal ke Okinawa, kali ini saya memilih untuk langsung ke Okinawa. Sebenarnya bukan langsung ke Okinawa (saya harap suatu hari nanti ada pesawat langsung ke Okinawa) melainkan harus transit terlebih dahulu di Hongkong.

 Tidak banyak pilihan airlines dari Indonesia ke Okinawa dan harga tiketnya pun lebih mahal daripada terbang ke osaka / tokyo.Setelah melihat-lihat harga tiket yang terbaik (termurah maksudnya, hahaha) akhirnya saya memilih  Cathay Pacific Airlines. Harga yang ditawarkan Cathay Pacific saat itu cukup murah, 7 juta sekian-sekian, karena sedang ada promo. Harapan saya sech, perjalanan saya akan lebih nyaman daripada naik lowcost airlines.

 Saya memilih jam penerbangan malam agar bisa tidur diperjalanan, karena perjalanan saya dari rumah ke bandara sudah sangat melelahkan. Saya ingin duduk dikursi pesawat yang nyaman jadi bisa tidur nyenyak. Makanya saya pilih naik Cathay Pacific daripada airlines lain. Pemikiran saya saat itu, naik Cathay Pacific pasti nyaman!


Travel Review; Cathay Pacific Airlines Jakarta - Hongkong

 Sampai dibandara ternyata bandara ramai sekali oleh rombongan yang mau umroh. Mau masuk kedalam saja antri panjang pas di pemeriksaan x-ray, karena rata-rata barang bawaannya banyak sekali. Sampai di konter check-in antriannya sudah panjang mengular, kebanyakan turis yang habis liburan di Indonesia. Saat check-in, petugas konter memberitahu bahwa pesawat penuh jadi saya tidak bisa memilih kursi di jendela. Saya kecewa, karena kebiasaan kalau naik pesawat selalu dipinggir jendela, tapi apa boleh buat saya sudah tidak ada pilihan lagi. Asal jangan disimpan dibagasi aza dech 😵

Travel Review; Cathay Pacific Airlines Jakarta - Hongkong

 Tampaknya saya salah memilih hari atau entah bagaimana, suasana didalam airport malam itu sungguh ramai sekali, amat sangat ramai. Setelah dari tadi ngantri, eh, pas pemeriksaan imigrasi ngantri panjang lagi, saat menunggu boarding juga ngantri, masuk kedalam pesawat pun lagi! Mana kursi saya ada dibagian belakang, tepatnya di kursi bagian tengah bukan sisi jendela, dapatnya kursi pas ditengah pula. Saat saya sampai dikursi saya, ternyata sudah duduk manis 1 pria bule bertubuh tinggi disisi kiri, 1 pria arab berbadan besar disisi kanan 😞 ooh myyyyy....!


Travel Review; Cathay Pacific Airlines Jakarta - Hongkong

 Saya sempat bikin status sebelum pesawat take-off, menceritakan bagaimana saya 'terjepit' di antara kedua pria bule ini. Teman-teman malah mentertawakan dan bilang saya beruntung, tapi saya justru merasa risih kalau harus duduk diantara dua pria begini. Aslinya saya malas bicara, jadi langsung pasang masker, pakai earphone dan menyalakan in-flight entertainment.

 Bersyukur ada in-flight entertainment Cathay Pacific yang komplit, setidaknya saya tidak akan bosan atau merasa canggung karena diam saja sepanjang jalan. Didepan kursi saya ada tv yang lumayan besar, ada colokan usb untuk charge hp, dibagian bawah tv ada semacam rak kecil untuk menyimpan hp saat dicharge. Sayangnya tidak ada wifi gratis, jadi tidak bisa internetan, kayaknya wifi gratis hanya untuk penumpang first class.

Travel Review; Cathay Pacific Airlines Jakarta - Hongkong

 Headphone in-flight entertainment bermodal bando yang bisa disesuaikan untuk ukuran kapala kita. Yaaah lumayan nyaman untuk dikenakan, suaranya terdengar bagus, akan tetapiii headphone yang punya saya mati sebelah! hahaha.

 Yang saya suka dari pesawat ini, ruang kakinya lega. Kaki saya bisa bebas selonjoran kedepan tanpa merasa terjepit. Tapi mungkin ini karena badan saya termasuk kecil yach, tinggi badan saya kan cuma 155cm, xixixi. Buat bule disebelah saya, terlihat sekali kakinya nge-passs, mungkin karena dia tinggi. Sedangkan buat pria arab disebelah, masih terlihat sedikit lega. Tapi tetap saja saya jadi sungkan untuk permisi ke toilet, karena harus melangkahi mereka. Duuuh risih gitu jadinya, masa saya mau ngelangkahin gitu aza, kalau tiba-tiba ada turbulensi trus saya terjatuh ke pangkuan kan gawaaaaaat 😝 ahahaha


Travel Review; Cathay Pacific Airlines Jakarta - Hongkong

 Mungkin karena penerbangan malam, makanan yang diberikan hanya berupa snack box serta 1 kotak lemon tea kemasan. Isi snack box ada buah-buahan, muffin keju, roti kering dan cold sandwich. Muffin kejunya enak, roti kering macadamia shortbread sangat keras bagi gigi saya yang lemah ini *halaaah*. Buahnya berupa buah naga yang tidak manis, melon belum matang dan semangka lumayan manis. Cold sandwichnya benar-benar 'cold' sesuai dengan namanya, hahaha. Aslinya itu rotinya sangat keras, topping ayamnya hambar dan sedikit terasa asam, timunnya seperti timun yang kelamaan disimpan dikulkas, sudah keriput. Ah sungguh selera makan saya hilang, padahal saya lapar sekali belum makan seharian 😒

Travel Review; Cathay Pacific Airlines Jakarta - Hongkong

 Dan mungkin karena banyak turbulensi yang bikin pesawat goyang asoy geboy terus, pramugari tidak menawari minuman hangat. Padahal secangkir kopi atau teh hangat pasti nikmat diseruput setelah mencicipi cold sandwich menyebalkan itu. Akhirnya saya memutuskan untuk tidur saja sampai waktunya landing, walau tidur dengan kondisi pesawat goyang-goyang dan perut kosong itu susah sekali. Hiks.

 Secara keseluruhan penerbangan ini jauh dari apa yang saya harapkan. Selain masalah makanan yang bikin kecewa berat. Sepanjang perjalanan memang terasa tidak nyaman karena turbulensi. Bahkan seumur hidup saya naik pesawat, ini jadi pengalaman mengalami turbulensi yang paling kencang dan paling terasa. Pantat ini sampai terasa 'terbang' keatas, dan saya harus pegangan kencang ke kursi karena takut nyungsep kedepan. Pria arab disebelah saya sampai sibuk baca doa, saya jadi semakin 'keringat dingin' ampyuuun dech, saya udah kepikiran yang enggak-enggak aza 😱


Travel Review; Cathay Pacific Airlines Jakarta - Hongkong
Penghibur saat bete, SELFIE!
Tadinya mau ngajak selfie si bule dan si pria arab tapi malu aaaah, ahahaha.

 Akhirnya penerbangan selama 4 jam 55 menit ini berakhir juga. Saya harus transit di bandara Hongkong selama kurang lebih 5 jam sebelum melanjutkan perjalanan ke Okinawa dengan pesawat Cathay - Dragon Air (yang akan saya review di postingan lain) Turun dari pesawat badan saya terasa pegal-pegal semua, pusing dan ngantuk berat. Benar-benar dech, berharap perjalanan nyaman dengan bayar mahal, eh, ternyataaaaaaa......zonk!!


(^_^) KEEP CALM AND GO TRAVELING

3 comments:

  1. Duh kl duduk dijepit org asing mana segede kingkong pasti ga nyaman. Blm lagi kalo beseran ya.

    ReplyDelete
  2. wah jadi pengin kesitu juga
    pernahnya ke singapura dan malaysia, luar negeri lainnya belum pernah
    moga bisa sampai kesitu juga deh untuk next trip

    ReplyDelete
  3. Masih untung headphone cuma mati sebelah...kalau semua, selesai dah! bete abiss xixixi:)

    ReplyDelete

Bila ada pertanyaan, silahkan tinggalkan komentarnya. I will try to reply as soon as possible. NO SPAM !! Semua komen spam dan spam link yg tidak berhubungan dengan postingan akan di hapus! (^_^) Arigatou ne