Resep: Pempek Nasi


Punya nasi sisa yang tidak habis dimakan?
Jangan dibuang! Nanti nasinya nangis looh! Hehehe
Daripada dibuang, lebih baik nasi sisa d
ibikin pempek aza! dijamin pada doyan, tidak ada nasi yang terbuang. 

resep pempek nasi

PEMPEK NASI ala BUNDA

Bahan-bahan Pempek Nasi..
**Bahan I :
- Nasi 2 piring (kira-kira 300-400 gram)
- 400 ml air
- 300 gram tepung terigu
- 1 sdm garam 
- 1 sdt Kaldu bubuk
- 5 siung bawang putih
- 3 sdm ebi, di sangrai lalu haluskan dengan bawang putih

**Bahan II :
- 2 butir Telur
-60 ml Minyak goreng
-250 gram Tepung sagu / tapioka

**Bahan Kuah Cuko :
- 125 gram gula merah
- 2 sdt gula pasir
- 250 ml air
- 50 ml air asam (dari 1 sdm asam yg direndam air panas)
- 1 sdm cuka
- Haluskan: 2 sdm ebi, 1 siung bawang putih, 15 buah cabai merah keriting, garam secukupnya

Cara Membuat Kuah Cuko :
Rebus semua bahan hingga mendidih, saring terlebih dahulu sebelum disajikan.

Cara Membuat Pempek Nasi :
1. Agar lebih mudah saat dimasak, nasi dan air 400ml diblender terlebih dahulu.
2. Masukkan semua bahan I ke panci, lalu masak sambil diaduk-aduk dengan spatula sampai rata dan mendidih. Matikan api, biarkan hingga mendingin.
3. Pindahkan adonan I yang telah dimasak ke mangkuk besar, lalu masukkan minyak goreng, aduk. Tambahkan telur, aduk kembali hingga rata.
4. Masukkan sagu sedikit demi sedikit sampai adonan dirasa tidak terlalu lembek (bila masih terasa lembek bisa ditambahkan lagi tepung sagunya)
5. Ambil adonan menggunakan sendok dan bentuk sesuai selera. Balur dengan tepung sagu agar tidak saling lengket. Lakukan sampai adonan habis.
6. Masak air di panci yang besar, beri 1sdm minyak goreng. Masukkan adonan pempek ke air mendidih, rebus sampai pempek mengambang.
7. Angkat pempek, tiriskan dan goreng. Sajikan dengan kuah cuko, irisan cabai, dan irisan ketimun.


#CookingNotes 
- kuah cukonya emang sengaja bikin yg encer, gak hitam warnanya karena pakai gula merah biasa & dikit aza cukanya, biar gak mules baru buka puasa...hahaha
- kalau nasi sisanya udah terasa agak lengket, dicuci dulu nasinya, trus tiriskan, baru bisa dipakai masak.

- Tepung sagu itu beda dengan tapioka, tapi kalau gak ada tepung sagu bisa kok pakai tepung tapioka. Tepung tapioka suka disebut tepung aci. Saya sendiri suka pakai tepung sagu Tani.


(^_^) HAPPY COOKING..!

Tutorial Hijab ala-ala Bunda


 Kali ini saya bikin sesuatu yang baru, video tutorial!
Ya siapa tahu nanti bisa jadi vlogger gitu, jadi sekarang belajar bikin video pendek dulu. Bikin video tutorial selama sekian menit aza ternyata sudah melelahkan. Hahaha.



 Saya memang tidak setiap hari memakai hijab, hanya ke acara tertentu saja. Tapi banyak yang menanyakan "Bun, itu gimana cara pakai hijabnya? itu kerudung segitiga atau pashmina? Itu pitanya beli dimana? dll" Karena gaya hijab saya agak berbeda. Hmm. lebih ke arah kawaii hijabers kali yach. Tapi sebenarnya gampang banget kok pakai hijab seperti saya, cukup 1 helai pashmina dan gak perlu banyak aksesoris.

 Kalau dijelaskan lisan agak ribet ya, jadinya saya bikin video tutorial hijab ala-ala Bunda. 
Simak Video Tutorialnya dibawah ini..


Gimana? Mudah kan cara pakainya, hasilnya unyu-unyu pula. Aksesoris bando dan brosnya bisa disesuaikan dengan gaya kamu. Style ini bisa untuk semua umur kok, dari mulai anak kecil, bahkan ibu-ibu seperti saya. Hehehe.


 Semoga video tutorial dari saya bermanfaat yach, walaupun rada-rada gaje gitu. Ahahaha


(^_^) KEEP CALM & WEAR HIJAB

Travel Review; Cathay Pacific Airlines Jakarta - Hongkong

Travel Review; Cathay Pacific Airlines Jakarta - Hongkong

 Bulan maret lalu saya pulang ke Jepang karena ada urusan keluarga, kalau biasanya saya naik pesawat lowcost untuk menghemat biaya, kali ini saya memilih full service airlines. Biasanya saya memilih turun di osaka lalu lanjut terbang dengan pesawat lokal ke Okinawa, kali ini saya memilih untuk langsung ke Okinawa. Sebenarnya bukan langsung ke Okinawa (saya harap suatu hari nanti ada pesawat langsung ke Okinawa) melainkan harus transit terlebih dahulu di Hongkong.

 Tidak banyak pilihan airlines dari Indonesia ke Okinawa dan harga tiketnya pun lebih mahal daripada terbang ke osaka / tokyo.Setelah melihat-lihat harga tiket yang terbaik (termurah maksudnya, hahaha) akhirnya saya memilih  Cathay Pacific Airlines. Harga yang ditawarkan Cathay Pacific saat itu cukup murah, 7 juta sekian-sekian, karena sedang ada promo. Harapan saya sech, perjalanan saya akan lebih nyaman daripada naik lowcost airlines.

 Saya memilih jam penerbangan malam agar bisa tidur diperjalanan, karena perjalanan saya dari rumah ke bandara sudah sangat melelahkan. Saya ingin duduk dikursi pesawat yang nyaman jadi bisa tidur nyenyak. Makanya saya pilih naik Cathay Pacific daripada airlines lain. Pemikiran saya saat itu, naik Cathay Pacific pasti nyaman!


Travel Review; Cathay Pacific Airlines Jakarta - Hongkong

 Sampai dibandara ternyata bandara ramai sekali oleh rombongan yang mau umroh. Mau masuk kedalam saja antri panjang pas di pemeriksaan x-ray, karena rata-rata barang bawaannya banyak sekali. Sampai di konter check-in antriannya sudah panjang mengular, kebanyakan turis yang habis liburan di Indonesia. Saat check-in, petugas konter memberitahu bahwa pesawat penuh jadi saya tidak bisa memilih kursi di jendela. Saya kecewa, karena kebiasaan kalau naik pesawat selalu dipinggir jendela, tapi apa boleh buat saya sudah tidak ada pilihan lagi. Asal jangan disimpan dibagasi aza dech 😵

Travel Review; Cathay Pacific Airlines Jakarta - Hongkong

 Tampaknya saya salah memilih hari atau entah bagaimana, suasana didalam airport malam itu sungguh ramai sekali, amat sangat ramai. Setelah dari tadi ngantri, eh, pas pemeriksaan imigrasi ngantri panjang lagi, saat menunggu boarding juga ngantri, masuk kedalam pesawat pun lagi! Mana kursi saya ada dibagian belakang, tepatnya di kursi bagian tengah bukan sisi jendela, dapatnya kursi pas ditengah pula. Saat saya sampai dikursi saya, ternyata sudah duduk manis 1 pria bule bertubuh tinggi disisi kiri, 1 pria arab berbadan besar disisi kanan 😞 ooh myyyyy....!


Travel Review; Cathay Pacific Airlines Jakarta - Hongkong

 Saya sempat bikin status sebelum pesawat take-off, menceritakan bagaimana saya 'terjepit' di antara kedua pria bule ini. Teman-teman malah mentertawakan dan bilang saya beruntung, tapi saya justru merasa risih kalau harus duduk diantara dua pria begini. Aslinya saya malas bicara, jadi langsung pasang masker, pakai earphone dan menyalakan in-flight entertainment.

 Bersyukur ada in-flight entertainment Cathay Pacific yang komplit, setidaknya saya tidak akan bosan atau merasa canggung karena diam saja sepanjang jalan. Didepan kursi saya ada tv yang lumayan besar, ada colokan usb untuk charge hp, dibagian bawah tv ada semacam rak kecil untuk menyimpan hp saat dicharge. Sayangnya tidak ada wifi gratis, jadi tidak bisa internetan, kayaknya wifi gratis hanya untuk penumpang first class.

Travel Review; Cathay Pacific Airlines Jakarta - Hongkong

 Headphone in-flight entertainment bermodal bando yang bisa disesuaikan untuk ukuran kapala kita. Yaaah lumayan nyaman untuk dikenakan, suaranya terdengar bagus, akan tetapiii headphone yang punya saya mati sebelah! hahaha.

 Yang saya suka dari pesawat ini, ruang kakinya lega. Kaki saya bisa bebas selonjoran kedepan tanpa merasa terjepit. Tapi mungkin ini karena badan saya termasuk kecil yach, tinggi badan saya kan cuma 155cm, xixixi. Buat bule disebelah saya, terlihat sekali kakinya nge-passs, mungkin karena dia tinggi. Sedangkan buat pria arab disebelah, masih terlihat sedikit lega. Tapi tetap saja saya jadi sungkan untuk permisi ke toilet, karena harus melangkahi mereka. Duuuh risih gitu jadinya, masa saya mau ngelangkahin gitu aza, kalau tiba-tiba ada turbulensi trus saya terjatuh ke pangkuan kan gawaaaaaat 😝 ahahaha


Travel Review; Cathay Pacific Airlines Jakarta - Hongkong

 Mungkin karena penerbangan malam, makanan yang diberikan hanya berupa snack box serta 1 kotak lemon tea kemasan. Isi snack box ada buah-buahan, muffin keju, roti kering dan cold sandwich. Muffin kejunya enak, roti kering macadamia shortbread sangat keras bagi gigi saya yang lemah ini *halaaah*. Buahnya berupa buah naga yang tidak manis, melon belum matang dan semangka lumayan manis. Cold sandwichnya benar-benar 'cold' sesuai dengan namanya, hahaha. Aslinya itu rotinya sangat keras, topping ayamnya hambar dan sedikit terasa asam, timunnya seperti timun yang kelamaan disimpan dikulkas, sudah keriput. Ah sungguh selera makan saya hilang, padahal saya lapar sekali belum makan seharian 😒

Travel Review; Cathay Pacific Airlines Jakarta - Hongkong

 Dan mungkin karena banyak turbulensi yang bikin pesawat goyang asoy geboy terus, pramugari tidak menawari minuman hangat. Padahal secangkir kopi atau teh hangat pasti nikmat diseruput setelah mencicipi cold sandwich menyebalkan itu. Akhirnya saya memutuskan untuk tidur saja sampai waktunya landing, walau tidur dengan kondisi pesawat goyang-goyang dan perut kosong itu susah sekali. Hiks.

 Secara keseluruhan penerbangan ini jauh dari apa yang saya harapkan. Selain masalah makanan yang bikin kecewa berat. Sepanjang perjalanan memang terasa tidak nyaman karena turbulensi. Bahkan seumur hidup saya naik pesawat, ini jadi pengalaman mengalami turbulensi yang paling kencang dan paling terasa. Pantat ini sampai terasa 'terbang' keatas, dan saya harus pegangan kencang ke kursi karena takut nyungsep kedepan. Pria arab disebelah saya sampai sibuk baca doa, saya jadi semakin 'keringat dingin' ampyuuun dech, saya udah kepikiran yang enggak-enggak aza 😱


Travel Review; Cathay Pacific Airlines Jakarta - Hongkong
Penghibur saat bete, SELFIE!
Tadinya mau ngajak selfie si bule dan si pria arab tapi malu aaaah, ahahaha.

 Akhirnya penerbangan selama 4 jam 55 menit ini berakhir juga. Saya harus transit di bandara Hongkong selama kurang lebih 5 jam sebelum melanjutkan perjalanan ke Okinawa dengan pesawat Cathay - Dragon Air (yang akan saya review di postingan lain) Turun dari pesawat badan saya terasa pegal-pegal semua, pusing dan ngantuk berat. Benar-benar dech, berharap perjalanan nyaman dengan bayar mahal, eh, ternyataaaaaaa......zonk!!


(^_^) KEEP CALM AND GO TRAVELING

Pengalaman Naik Cititrans



Pengalaman Naik Cititrans

Saat mudik ke Jepang kemarin, saya dapat flight malam, tengah malam tepatnya. Awalnya saya pilih tiket malam karena mikir, enak pas naik pesawat tinggal tidur aza. Tapi ribetnya pas mau berangkat ke bandaranya serba salah karena jarak antar kota yang memisahkan rumah saya dan bandara, hahaha.

 Kalau saya minta antar si Ayay, kasihan nanti pulangnya nyopir tengah malam sendirian karena anak-anak lagi gak libur jadi gak mungkin ikut. Kalau naik bus, malam-malam begitu saya gak berani kalau harus sendirian ke terminal kampung rambutan untuk lanjut naik damri. Bingung dech! 

 Akhirnya Ayay nyaranin untuk pakai shuttle car atau mobil travel yang langsung mengantar ke bandara. Awalnya saya masih takut karena saya tetap harus berangkat sendirian, kalau saya diculik gimana? *halaaah* 😐 tapi setelah browsing sana-sini, mencari mobil travel yang selain aman juga nyaman, akhirnya saya memutuskan untuk coba naik Cititrans Executive Shuttle.


Pengalaman Naik Cititrans
Alamat Pool Cititrans Dipatiukur: Jl. Dipatiukur No.53, Lebakgede, Coblong, Kota Bandung.
Telepon: 0804 111 1000

 Saya memilih pool Cititrans yang ada di dipatiukur Bandung, soalnya gak hafal lokasi pool Cititrans yang lain. Ayay cuma nganterin sampai ke pool aza, dia gak bisa ikut ke bandara karena banyak kerjaan dan kasihan anak-anak ditinggal dirumah. Lokasi pool dipatiukur ini gampang dicari, karena saya sudah sering lewat kesana. Ruang tunggunya cukup luas dan nyaman dengan banyak sofa, ada colokan listrik juga bagi yang mau charge hp. Ada dispenser air panas dan kopi juga, tapi saya gak nyobain sech. Saat bayar tiket ke kasir, saya dikasih 1 botol air mineral, ya lumayan jadi gak perlu beli air lagi.

 Untuk biayanya, 1x perjalanan dari bandung menuju bandara Soetta Rp 160.000 (bonus air mineral 1 botol, hehe) Sebenarnya lumayan mahal kalau dibandingkan naik bus biasa, bahkan dibandingkan dengan shuttle car lainnya sedikit lebih mahal, tapi saya merasa Cititrans lebih nyaman dan aman karena rekomendasi teman dan baca review bagus yang sudah pengalaman naik Cititrans.

Pengalaman Naik Cititrans

 Saya pilih keberangkatan sore, setelah bayar tiket saya masih harus menunggu sekitar 40 menit sebelum waktu  keberangkatan. Dan 5 menit sebelum jam berangkatan seluruh penumpang dipanggil untuk segera naik. Saat itu parkiran pool mobilnya penuh, ternyata mobil yang akan saya tumpangi parkir di ujung, dan jadi mobil paling mentereng karena terlihat sekali masih barunya, beda kinclongnya dengan yang lain. Sopirnya pun bilang kalau mobil ini armada baru, jadi wanginya pun beda, wangi mobil baru, hahaha. 

 Shuttle car Cititrans yang saya tumpangi ini berjenis Mercedes-Benz Sprinter, dengan 6 kursi penumpang dibagian belakang dan 1 di depan. Bagian seat penumpangnya jauh lebih lega daripada mobil shuttle car lainnya, bahkan saya bisa berdiri dan berjalan didalamnya tanpa harus menunduk. 

Pengalaman Naik Cititrans
Foto di ambil dari web Cititrans
 Mobilnya gede, area kursi penumpangnya luas, kursinya nyaman, empuk banget, tapiii kok kosong gak ada penumpang lain!?! Aduh rada horror dong 😕 Saat akan berangkat saya akhirnya memilih untuk duduk didepan sebelah sopir. Takut ah duduk dibelakang sendirian teringat segala macam film horror* hahaha.
Pengalaman Naik Cititrans
Pengalaman Naik Cititrans
  Duduk didepan ternyata amat sangat nyaman, kursinya lega banget, kaki pun bisa selonjor kedepan, tapi untuk naiknya rada susah, begitupun pas duduk kaki saya agak ngegantung, maklum tinggi badannya minimal, hahaha. Kebetulan dapat pak sopirnya gak banyak ngomong, saya ajak ngobrol pun dia jawab dengan singkat-padat-tepat 😁

 Sepanjang perjalanan saya asyik online sambil dengerin musik melalui earphone. Gak perlu khawatir lowbatt karena disetiap pinggiran kursinya ada slot untuk charger usb. Perjalanan dari bandung menuju jakarta lancar, jalanan terasa mulus jadi saya pun bawaannya ngantuk tapi gak berani tidur! Maklumlah karena pergi sendirian dan sendirian pula dimobil jadi saya lebih waspada aza walaupun pak sopirnya baik. 

 Perjalanan mulus dan lancar jaya ternyata hanya sesaat, karena setelah itu jalanan macet total. Pak sopir pun minta izin untuk berhenti sebentar di rest area, saya pun setuju karena lapar pengen beli cemilan. Kami pun istirahat di rest area kecil, lupa km berapa tapi sepertinya ini rest area khusus shuttle car karena parkirannya kebanyakan berisi shuttle car, hehehe. Setelah puas istirahat kami melanjutkan perjalanan, macet pun terus berlanjut bahkan lebih parah saat sudah masuk area jakarta. Pas jam pulang kantor sech, jadi macetnya gila-gilaan. Saya pun mulai cemas karena takut terlambat sampai bandara 😥
 Tapi akhirnya sampai juga dibandara jam 10.30 malam, pas waktu check in! Begitu sampai, pak sopir langsung bantu menurunkan koper saya, lalu saya dadah-dadahan sama pak sopir langsung check in kedalam bandara. Haha, habisnya mau dadah-dadahan sama siapa lagi selain sama pak sopir, biar kesannya gak sedih banget gitu kalau saya pergi sendirian. 😜

 Overall, pengalaman saya naik Cititrans sendirian (benar-benar sendirian jadi penumpang, hahaha) sangat menyenangkan dan worth it. Gak rugi dech ngeluarin duit sedikit lebih mahal, karena saya tinggal duduk nyaman, dengerin musik, dan sampai tujuan dengan selamat. Gak perlu khawatir akan calo-calo dan preman terminal, gak ada pengamen, adem gak perlu panas-panasan.  Next time kalau harus ke jakarta sendirian lagi, saya lebih memilih naik shuttle car daripada naik bus.


(^_^) KEEP SAFETY WHEN TRAVELING ALONE

Pemberitahuan Merge Blog

.

 Hai, lama tidak posting karena selama bulan maret-april saya sibuk bolak-balik mudik ke Jepang. Sebelum saya banyak berceloteh dengan postingan Jepang saya, saya mau memberitahu sebuah kabar penting terlebih dahulu nech.

 Mungkin kalian tidak tahu kalau saya punya blog kedua yang berisi postingan review dalam bahasa inggris yaitu, Miss Ehara's Closet. Blog itu kebanyakan berisi postingan review produk kecantikan atau blog sisi centil saya, hahaha. Akan tetapi seiring dengan berjalannya waktu dan saya semakin sibuk, blog itu terbengkalai jadi saya memutuskan untuk menutup blog Miss Ehara's Closet sampai waktu yang tidak bisa ditentukan 😢😢 

 Tapiii karena disana sudah banyak sekali postingan review produk kecantikan, kok sayang yach kalau dibiarkan begitu saja, jadi saya memilih untuk memindahkan semua isi postingan blog Miss Ehara's Closet ke blog IbuMudaBijak ini atau lebih sering dikenal dengan sebutan 'merge blog'. 

 Jadiii jangan heran kalau tiba-tiba ada postingan review berbahasa inggris, dan tutorial makeup dari saya disini. Kamu gak salah buka blog kok, yang dandan menor itu betul saya, hahaha. Sedikit demi sedikit nanti akan saya translate postingannya ke bahasa Indonesia dech biar lebih enak untuk dibaca.