.

Anak Punk Juga Anak Manusia Biasa


"Nda, coba lihat ke seberang, itu anak muda bergaya style apaan?" tiba-tiba celetukan si Ade mengganggu saya yang sedang sibuk, saya pun mengintip dari balik laptop.


anak punk

*bengong* Saya tak mampu berkata-kata..

 Reaksi saya selanjutnya, saya langsung tertawa karena si Ade juga tertawa. Jujur, saya sudah lama tidak melihat anak punk dengan rambut mohawk yang khas. Rambut mohawk mereka sangat amazing sekali! Selain berdiri tinggi , warna rambut mohawknya pun begitu warna-warni. Hehehe. Ada sekitar 8 orang yang rambutnya bergaya mohawk. Walaupun angin cukup kencang tapi rambut mohawknya tetap berdiri tegap. Kira-kira mereka pakai apa ya? Hehehehe *sangat kepo*


 Saya sech gak masalah sama dandanan mereka yang terkesan berandalan. Terserah mau rambut mohawk setinggi apapun juga, itu mungkin cara mereka untuk mengekspresikan diri. Yang bikin saya kurang respect sama mereka karena rombongan itu ngerokok santai dipinggir jalan, ada yang minum-minum (Saya yakin botol hijau itu bukanlah botol minuman air mineral). Yang lebih bikin jantung saya dag-dig-dug mereka pada berusaha mencegat truk / mobil bak yang lewat dengan cara berdiri tengah jalan. Mereka bisa saja tertabrak kendaraan yang lalu lalang, ini jelas membahayakan diri mereka sendiri serta pengendara lainnya. Saat sopir truk mengacuhkan permintaan mereka, mereka pun akan saling melontarkan kata-kata kasar. 

 Ouch! Saya langsung menyuruh anak-anak yang lagi asyik main sepeda didepan ruko untuk langsung masuk ke dalam rumah.

  Saya pun segera mengambil foto mereka (secara diam-diam tentunya) lalu posting foto ini ke facebook saya. Tanpa menunggu waktu lama, teman-teman saya pun bereaksi dengan aneka komen & emoticon. Banyak yang merasa kaget, karena baru pertama kali melihat gaya rambut seperti ini, ada juga yang meledek gaya rambut mohawk mereka. Sebagian lagi merasa takut dengan anak-anak punk karena pernah dipalakin oleh mereka. Tapi ada juga beberapa teman saya yang memberikan saya pandangan baru terhadap anak-anak punk ini.

 Ada teman saya yang menceritakan pengalamannya mempunyai teman dengan dandanan ala anak punk yang tampak tidak terawat dengan pakaiannya yang kumal padahal dia anak orang kaya, tapi karena ada masalah keluarga jadi bergaya serampangan seperti itu. Ada juga teman yang sempat merasakan mempunyai teman-teman anak punk dan dia merasa sangat aman berteman dengan mereka karena tingkat solidaritas mereka sangat tinggi. 

 Teman saya yang lain bercerita bahwa kebanyakan dari anak-anak punk itu berasal dari keluarga 'broken home' sehingga mereka tidak betah tinggal dirumah. Mereka lebih senang tinggal dijalanan bersama teman-temannya karena bisa bebas. Mereka sering memalak untuk uang makan. Mereka ingin pulang kerumah tapi biasanya malah dimarahi orangtua dan dicibir oleh tetangga, bahkan di usir karena dianggap pembuat onar. Jadilah mereka akhirnya bertahan dijalanan. Itu membuat saya sedih, anak-anak punk ini juga anak manusia biasa, mereka sesungguhnya anak yang sangat-sangat butuh perhatian. 

 Saya memang masih kurang suka dengan tindakan mereka yang merokok dan mabuk di pinggir jalan. Saya juga tidak menyetujui cara mereka mencari uang makan dengan meminta uang palakan. Tapi biarkanlah mereka bebas berekspresi dengan gaya pakaian dan rambut yang mereka mau, itu cara mereka untuk mencari perhatian. Saya hanya berharap ada yang bisa mengarahkan mereka ke kegiatan yang lebih positif selain mabuk dan memalak. Saya hanya berharap pihak keluarga mereka mau bersikap bijak dan merangkul kembali anak-anaknya bukan memarahinya. Saya hanya berharap tetangga dan anak muda lainnya di lingkungan tempat tinggal mereka tidak mengusir tapi mengajak untuk melakukan kegiatan yang lebih positif. Misalnya membuat aksesoris kerajinan tangan atau pajangan, lalu menjualnya untuk biaya hidup (bukan untuk membeli minuman keras).

 Aaah...saya cuma bisa berharap, berharap ini hanyalah fase kenakalan sesaat dan anak-anak punk itu akan berubah jadi lebih baik lagi seiring dengan pertumbuhan usia, karena mereka takkan selamanya muda. Saya pun berjanji pada diri sendiri untuk lebih memperhatikan kedua anak saya, mendengarkan apa yang ada di pikiran mereka, bukan hanya memaksa mereka untuk menjadi apa yang saya pikirkan. Sehingga ketika mereka beranjak remaja, mereka tidak perlu mencari perhatian dengan cara seperti ini. 



(^_^) KEEP CALM & LOVE YOUR CHILD
Suka dengan postingan ini? Jangan lupa klik LIKE & SHARE yach...Terima Kasih!!

0 comments:

Post a Comment

(^_^) Thanks for reading..
Bila ada pertanyaan, silahkan tinggalkan komentarnya. I will try to reply as soon as possible. NO SPAM !! Semua komen spam & spam link yg tidak berhubungan dengan postingan akan di hapus! (^_^) Arigatou ne