.

Resolusi Tahun Baru Hanyalah Sekedar Janji


 Good bye 2015, hello 2016 
*uhuk-uhuk* telat beberapa hari gak pa-pa laah yaaa, seminggu pertama awal tahun masih dalam suasana tahun baru. Kalender 2015 aza belom saya copot, soalnya belom punya kalender baru 2016. Hihihihi.


Ini bukan resolusi, tapi lebih tepatnya sebuah cita-cita!
Cita-cita yang sedikit sulit digapai, cita-cita mulia demi isi album foto penuh kenangan manja dan mesra, cita-cita seorang istri yang demen baCa komik romantis! Cita-cita saya suatu saat nanti si Ayah mau kooperatif saat di ajak ber-selfie ria mesra berdua, maksudnya dua-duanya menatap kamera bukan foto begini, biar saya gak mati gaya selfie sendirian mulu. (Yakin dech, setelah baca postingan ini si Ayah makin susah di ajak foto) Hahaha.

 Belum terlambat juga untuk bikin postingan tentang 'resolusi tahun baru', biar kekinian kayak orang lain yang sibuk nyetatus tentang resolusi di medsos. Masalahnyaaaa......saya sendiri masih bingung dengan resolusi untuk tahun yang baru ini, karena resolusi tahun kemarin aza banyak yang belom tercapai! Masa udah sok-sok-an mau bikin resolusi baru lagi? Trus harus bikin resolusi yang gimana dong? 

 Ya udah aza, resolusi tahun 2016 saya itu 'mengikhlas-kan' status resolusi tahun-tahun yang lalu yang belum tercapai. Simple. Hahaha.

 "Resolusi itu apa sech?"
 Resolusi sebenarnya tradisi barat, yaitu semacam janji yang dibuat di awal tahun untuk melakukan perubahan dalam hidup ini. Itulah mengapa banyak yang punya resolusi "New year, New Me" Lantas setelah berjanji begitu, langsung merasa di tahun yang baru ini harus berubah jadi seseorang yang baru, pada sibuk ganti gaya rambut, ganti penampilan, ganti jati diri, ganti kepribadian, ganti semuanya.....

 Yup, you become 'New Me' tapi dalam beberapa bulan kemudian kamu bahkan mungkin gak ngenalin diri sendiri lagi. Terlalu fokus akan 'New Me', jadi begitu keinginan tidak tecapai langsung galau,  jadilah populasi orang galau meledak! Hihihihi. Well, kalau saya sech gak mau begitu. Saya pengen tetap jadi saya, saya yang lama, gak ada saya yang baru, kepribadian tetap yang lama,  biarlah yang baru itu cuma baju baru, sepatu baru, makeup baru, tas baru.. *eaaaaaaa*



 Resolusi tahun baru memang bisa bikin kita lebih semangat dalam menjalani hari, tapiiiii gak usah bikin resolusi yang terlalu 'tinggi'. Karena biasanya resolusi tahun baru paling cuma bertahan di 1-2 bulan pertama. Selebihnya lupa dech sama janji-janji yang sudah dibuat di awal tahun, nanti ingetnya lagi pas di akhir tahun. Persis kayak saya di tahun-tahun yang lalu, resolusi hanyalah sekedar janji. Hahaha.

 Eits, tapi bukan berarti saya benci resolusi yach, no offence please
I just wanna slap people who still have "New year, New me" resolution. Boleh-boleh saja kok bikin resolusi, tapi bukan resolusi 'New year, new me' atau resolusi lain yang terlalu muluk dan cenderung akan jadi sekedar janji pepesan kosong. Daripada bikin resolusi yang bakal jadi sekedar janji basa-basi, lebih baik kita menata diri, bikin daftar apa yang kita rasa masih kurang dari diri kita, lantas perbaikilah itu! 

 Contohnya gini nech, daripada bikin resolusi "Saya akan lebih sering ngajak keluarga traveling", kesannya simpel tapi bisa bikin stress kalau ternyata gak bisa ngajak keluarga jalan-jalan, jadinya uring-uringan dan merasa diri ini telah gagal. Padahal keluarga kita tidak minta di ajak jalan-jalan, mereka hanya ingin lebih banyak menghabiskan waktu dengan kita. Jadi lebih baik resolusinya "Saya mau menghabiskan waktu luang lebih banyak lagi bersama keluarga" atau resolusi yang bertema kesehatan (biasanya wanita yang bikin resolusi ini "Saya mau menjalani hidup sehat, hanya makan makanan 'healty food' dan makanan organik" Lantas diet ketat ala internet, trus 2 bulan kemudian tergoda makan dessert, makannya banyak pula, langsung dech merasa resolusi telah gagal! Stress trus maksain diri untuk diet lagi tapi jadinya malah makin 'tidak sehat' alias gemuk. (true story banget) Hehehe. Bukankah lebih baik jika resolusinya diganti jadi "Saya akan mulai meninggalkan kebiasaan makan makanan yang kurang sehat, mulai mengurangi makan 'junk food' dan perbanyak makan sayur" Jadi tidak lantas berubah drastis tapi memulai secara perlahan-lahan, secara bertahap.

 Resolusi itu harus yang memotivasi tanpa bikin diri jadi depresi. Bila resolusi kita hingga akhir tahun tidak tercapai janganlah merasa kecewa, anggap saja ini bagian dari proses pencapaian. Resolusi itu seharusnya bikin kita lebih mencintai hidup ini, bukan yang malah bikin membenci 'hidup' karena berasa seperti dikejar-kejar 'utang' janji pada diri sendiri atau seperti yang saya bilang sebelumnya, bikin kita jadi gak ngenalin diri sendiri lagi. 


 Gak perlu lah bikin resolusi "New year, New me" karena pada hakekatnya resolusi itu untuk memperbaiki diri, bukan untuk merubah diri jadi orang lain. Syukuri diri kamu yang sekarang, gak perlu berubah jadi orang yang baru. Jadilah diri kamu seperti biasanya tapi sedikit-demi sedikit membenahi diri agar menjadi lebih baik lagi dan berguna bagi nusa dan bangsa. (halaaaah, kok jadi berasa lagi pidato di upacara sekolah!) Hahaha.

 Nah sekarang, saya akan mulai resolusi tahun baru ini janji sederhana, janji simple yang pasti gak akan bikin stress dan semoga bisa langsung tercapai dalam waktu dekat ini. Saya berjanji akan menurunkan kalender lama dan menggantungkan kalender yang baru, kalender tahun 2016! Hihihihi.


(^_^) KEEP CALM, ENJOY YOUR LIFE AND HAPPY NEW YEAR!

1 comments:

  1. hi, saya dari Malaysia... ya benar... tak perlu bina resolusi jika masuk awal tahun.. yang penting sentiasa konsisten dalam apa yang kita lakukan.. btul x.. jemput singgah di blog sy ya... ada dikongsi tip untuk sihat kekal menawan... cara yang sihat dan selamat.. >>>Tips untuk kurus secara semulajadi! <<<

    ReplyDelete

(^_^) Thanks for reading..
Bila ada pertanyaan, silahkan tinggalkan komentarnya. I will try to reply as soon as possible. NO SPAM !! Semua komen spam & spam link yg tidak berhubungan dengan postingan akan di hapus! (^_^) Arigatou ne