.

Antara Teroris, Polisi Ganteng Dan Suami Tercinta


Jadi gini, kemarin kan setelah tragedi teroris bom sarinah muncul 'tragedi' lainnya yaitu; tragedi polisi ganteng! *uhuk-uhuk*
Barang bukti berupa kekepoan saya terhadap Polisi Sepatu Branded yang kekinian. Tweet gak bisa di edit, mo dihapus sayang ach... Ahahaha

Kenapa saya bilang tragedi? 
Karena ternyata ada banyak kesalahpahaman yang terjadi akibat polisi ganteng tersebut. 

Pertama; saya gak paham kenapa yang awalnya seluruh Indonesia sedang berduka & terkejut karena serangan bom di Sarinah, Jakarta dan sedang mencari tahu siapakah teroris pelakunya. Saling menduga-duga nama group teroris tertentu hingga sibuk dengan hashtag yang menyatakan dukungan kepada Jakarta. Eh, tetiba jadi siapakah polisi (yang tampaknya) ganteng yang memakai sepatu & branded! Screenshot foto pak polisi tampak samping & tampak belakang pun tersebar luar memakai hashtag #KamiNaksir. Hebatnya mata netizen begitu jeli hingga bisa melihat sepatu & tas yang dipakai pak polisi tersebut barang branded berharga lumayan!

Kedua; mendadak muncul kolase foto yang lainnya, entah siapa yang pertama membuat kolase ini. Kali ini ada foto pak polisi sepatu branded itu bersandingan dengan foto pria lain yang diduga pak polisi tersebut. Memang kalau dilihat-lihat mirip sekali! Pria yang satu ini tampak asyik dengan laptopnya yang juga barang bermerk lumayan, wajahnya pun lumayan bikin para netizen perempuan klepek-klepek dan para pria takjub dengan semua barang brandednya (takjub dan iri memang beda-beda tipis. Hahaha). Buktinya hashtag #KamiNaksir pun jadi tambah komplit dengan tambahan #PolisiGanteng #PolisiFashionable. Banyak yang tweet memuji, tak sedikit pula yang nyinyir atau menjadikan topik ini guyonan. Semakin malam twitter semakin ramai dengan para buzzer yang memanfaatkan Trending Topic ini untuk 'jualan' dan ada juga yang murni ikut meramaikan TT karena 'kekepoan' mereka, salah satunya saya. Hahaha

Ketiga; Media pun jadi makin ramai membicarakan Polisi bersepatu branded itu, seakan-akan melupakan 'kasus' besar sesungguh. Ah, tapi memang kenyataan itu tidak semanis madu! Ternyata akhirnya terungkap foto-foto didalam kolase tersebut itu 2 pria yang berbeda. Polisi bersepatu branded bernama Teuku Arsya Khadafi, sedangkan pria dibalik laptop itu pengusaha bernama Rino Soedarjo. (saya gak akan posting lagi fotonya disini, karena nanti takut terpesona lagi! Hahaha) Kenyataan bahwa wajah asli pak polisi bersepatu branded itu -maaf- tidak mirip dengan wajah pria lainnya, dan kenyataan bahwa dia sudah berkeluarga bikin hashtag kekinian lainnya, #KamiSedih komplit dengan kolase foto lainnya!! Hahaha. 

 Saya bener-benar salut sama kekuatan masyarakat medsos, sama entah siapapun yang pertama kali posting foto-foto tersebut dan sukses bikin semua wanita jomblo dan mamah-mamah muda teralihkan pikirannya ke polisi ganteng bersepatu branded. Hanya dengan 'hal sepele' masyarakat kita bisa langsung teralihkan pikirannya. Saya sendiri mengaku khilaf, kemarin saya pun teralihkan pikirannya, malah lebih fokus mencari tahu tipe sepatu Adidas yang dipakai, lalu search harganya dan langsung telepon Mama di Jepang untuk titip beli, karena jujur saya gak mampu beli sepatu gucci.  

 Benar-benar saya seperti 'terhipnotis' oleh pak polisi ganteng eh maksudnya oleh sepatu yang dikenakan pak polisi tersebut. Jadi saya beberapa kali posting tentang hal itu di medsos, dan di komenin oleh banyak mahmud lainnya! Hahaha. Saya sendiri heran kenapa saya bisa se'kepo' itu lihat barang bagus (maksud saya sepatunya looh. Haha) Si Ayah sendiri cuma bisa ngeliatin istrinya yang sibuk main twitter dengan hashtag #KamiNaksir #PolisiGanteng, dia gak protes, gak marah, dia cuma titip pesan "Cari tahu itu polisi pake pomade apa? Kalau ada yang jual online, beli!" 

 Lalu mulai banyak yang posting kalau kasus ini hanyalah skenario pengalihan isu tingkat dewa, saya sech gak mau ikut-ikutan berspekulasi, Wallahu a’lam

Yang jelas saya sangat bersimpati kepada keluarga korban tidak bersalah, janganlah membuat opini seakan-akan mereka menjadi korban dari 'skenario pengalihan isu'. Ini murni tragedi, kejahatan yang ada tersangkanya. Biarlah pihak berwajib mencari tahu siapa pelakunya dan niat sebenarnya, jangan berprasangka buruk duluan. Lebih baik kita mendoakan para korban tak berdosa dalam tragedi bom sarinah kemarin. Tapiiii juga jangan sampai menjadikan momen berduka & mendoakan ini sebagai sarana 'mencari perhatian' lainnya karena saya sudah melihat beberapa postingan yang semacam 'aji mumpung' kepengen tumpang tenar. Hmmmm. 

 Nasi telah menjadi bubur, bubur dikasih ayam & kerupuk enak dimakan. Mungkin itu pemikiran orang-orang yang suka 'aji mumpung'. Karena pada kenyataannya masyarakat kita memang mudah teralihkan pikirannya secara disengaja atau tidak. Media pun tidak mau ketinggalan, mereka mengikuti permintaan masyarakat. Apa yang jadi Trending Topic itulah yang akan semakin di angkat beritanya. Bila trending topicnya polisi bersepatu branded ya jadinya yang dibahas media pun seputar harga barang branded tersebut, dan dimanfaat dengan cermat oleh para pengusaha online shop untuk berjualan barang branded yang dipakai pak polisi. Duuuh! *tepok jidat pake sepatu* 

  Aaaah kenapa saya jadi semakin ngalor ngidul gini. Hahaha. 
Ya sudahlah.. Saya gak mau terlibat lebih jauh dengan masalah politik, saya serahkan urusan teroris kepada pak polisi yang ganteng itu saja. Semoga next time kita semua dan saya pribadi lebih bijak saat menghadapi musibah. Semoga tidak ada lagi tragedi seperti ini, tak ada lagi teroris nekat bom-boman, tak ada lagi pak polisi yang mendadak dijadiin bahan gosip para wanita, karena kasian nanti istrinya pak polisi kupingnya panas dirumah. *maafkeun saya ya bu pol* Tak ada lagi kejadian yang seharusnya berduka, mendadak berubah jadi naksir-naksiran. 

 Saya sech mau kembali ke jalan yang benar, jalan menuju suami tercinta yang dari kemarin cuma elus dada saat lihat istrinya 'terpesona' oleh pria lain gara-gara jadi korban kekinian & kekepoan! Daripada saya jatuh hati pada orang lain cuma karena barang branded, lebih baik dandanin saya suami tercinta supaya gak kalah keren dari polisi bersepatu branded tersebut. Nanti fotonya saya share pake hashtag #BundaNaksirAyah dan #SuamiGanteng kira-kira bakal jadi Trending Topic gak ya?? Hahahaha.

*nempel-nempel ke Ayah sambil bilang 'Bunda Cuma Naksir Ayah' dengan suara manja*
*si Ayah ngorok, balik badan, terus kentut kenceng banget!*
*tutup idung, tarik selimut & tidur sambil cemberut*

(^_^) KEEP CALM & PLEASE DON'T TAKE IT SERIOUSLY

4 comments:

  1. Aku kok lebih simpatik ama bapak2 yang berhasil menembak 2 teroris ya daripada polisi ganteng itu XD Habisnya aku lihat, polisi gantengnya cuma lari2 doang, tapi setauku gak berhasil melumpuhkan teroris (?) << koreksilah jika aku salah

    Beda ama bapak2 yang berani maju pantang mundur terus berhasil menembak 2 teroris, itu baru keren, dan aku acungin jempol sih, cuman 1, bagi para polisi, bok ya pakai rompi anti peluru, kasihan keluarga di rumah T^T

    BTW, tragedi kayak gini emang salah satu bentuk kecolongan. Setelah lama bebas dari teror, tau2 ada teror lagi, dan lucunya, semua jadi siaga. Tapi aku sih cuma menduga siaganya bentar doang. Kayak dulu waktu jaman hotel di jakarta di bom, semua tempat seperti mall dan hotel dkk dijaga ketat, security semua kerja, mau masuk aja tas diperiksa, tapi setelah setengah tahun jalan udah gak gitu lagi. Nah sama kayak gini, habis tragedi sarinah, di Surabaya pun pemeriksaan ketat, tapi kurasa bakalan kayak dulu, setengah tahun juga bai2 XDD

    ReplyDelete
  2. Fenomena pedagang yg bikin ngakak hahaha banyak meme nya juga tuh :D

    ReplyDelete
  3. semoga kedepannya ga ada hal2 seperti ini lagi. ih serem

    ReplyDelete

(^_^) Thanks for reading..
Bila ada pertanyaan, silahkan tinggalkan komentarnya. I will try to reply as soon as possible. NO SPAM !! Semua komen spam & spam link yg tidak berhubungan dengan postingan akan di hapus! (^_^) Arigatou ne