.

Musibah Yang Membawa Anugerah


QOTD quotes of the day

 Beberapa hari yang lalu si Ayah pulang ke rumah dengan muka yang sangat lemas. Ketika ditanya katanya tadi tak sengaja motornya nyerempet. DEG...jantung serasa berhenti!!
"OMG, ayah kena musibah apa lagi??? Kok bisaa!!" Saya pun panik, mengingat awal tahun ini suami saya juga kecelakaan terjatuh dari motor. Saya sudah siap-siap ceramah..
"Ayah gak sengaja nyerempet anak kecil" katanya lemas
"MasyaAllah...kok bisa sech Ay??? Ayah ngebut yach? trus itu anaknya gak kenapa-kenapa kan?" Sumpah saya langsung ikutanlemes, dipikiran saya cuma satu, kabar anak yang terserempet itu. Saya takut ada apa-apa dengan anak itu.
"Anaknya baik-baik aza kok, Ayah sudah bawa ke klinik, sudah dibelikan obat dan Ayah anter pulang kerumahnya"
"Alhamdulillah...trus Ay ketemu orangtuanya? Orangtuanya gimana? marah gak mereka sama Ayah karena sudah nyerempet anaknya?"
"Ayah ketemu sama bapak-ibunya, justru mereka amat sangat bersyukur dan berterima kasih sama Ayah"
"Loooh...kok bisa??" Saya pun terheran-heran dan makin penasaran.



 Jadi menurut cerita si Ayah, saat itu dia mau pergi ke warung yang ada didekat rumah temannya, naik motor jalannya pelan sekali karena itu gang yang cuma selebar 1 mobil. Tiba2 dari arah berlawanan ada rombongan anak kecil, ada satu anak yang berlari sambil mengobrol hingga akhirnya si anak menabrak motor Ayah, pelipisnya kena stang motor. Ayah hampir terjatuh dari motornya akibat ditabrak si anak. Ayah kaget dan panik karena dia lihat pelipis anak itu berdarah, si anak diam saja, warga yang melihat langsung berteriak-teriak.......memarahi si anak tersebut (aslinya semua percakapan pakai bahasa sunda, tapi sudah ditranslate-in ke bahasa saya, hehehe) 

"Dasar anak nakal, makanya kalau jalan jangan sambil bercanda, nakal kamu, kebiasaan lari-larian, syukurin kena batunya, bla,bla,bla.." 
Ayah bengong, karena dia pikir bakal dia yang dimarahi warga 
"Sudah jangan dimarahin pak, bu, saya kok yang salah, saya bakal tanggung jawab, kasian anaknya luka nih, ada yang punya plester?" 
Tapi warga sekitar masih tetap ngomel marahin anak itu.. 
"Ih biarin aja a, anak nakal begitu jangan dikasihani, biar aja suruh dia pulang kerumahnya biar di obatin sendiri, aa gak salah kok, itu anaknya aja yang nakal lari kok gak pakai mata...bla,bla,bla" 
 Ayah makin heran dengan sikap warga, dia lihat anak itu diam aza, gak nangis. Mungkin usianya sekitar 7 tahun, kulitnya hitam, bajunya lusuh, anak itu mungkin sedang pilek karena ingusnya kemana-mana. Akhirnya datang kakak anak kecil itu.
"Kamu kakaknya? Ayo ikut, kita ke klinik didepan sana, luka adik kamu di obatin dulu" Awalnya Kakak anak tersebut menolak "Jangan aa, udah gak pa-pa, biarin aja ini kecil kok lukanya, langsung saya bawa pulang aja, udah gak pa-pa kok, bukan aa yang salah, ini adik saya memang nakal" 

 Ayah makin heran. Tanpa banyak basa-basi, anak kecil tersebut disuruh naik ke motor hingga akhirnya kakaknya pun menurut untuk ikut ke klinik. Di klinik, pelipis anak kecil itu di obati, dapat 2 jahitan, anak kecil itu masih tetap diam saja. Lalu si Ayah pergi mengantar hingga kerumah anak kecil itu. Rumahnya amat sangat sederhana sekali, bapaknya si Anak hanyalah seorang supir becak, becak sewaan pula bukan becak milik sendiri.

 Bapak dan ibunya Ujang (nama panggilan anak tersebut) kaget saat anaknya pulang dengan perban di pelipis dan di antar oleh orang asing. Dan lagi-lagi, anak itu dimarahi.
"Sudah pak, bu, jangan dimarahi lagi, kasian ujangnya, namanya juga anak kecil kalau lagi bercanda sama temannya suka tidak lihat-lihat. Saya juga yang salah kok, saya bawa motor tidak hati-hati" bela si Ayah, karena lama-lama kasihan juga kenapa anak itu terus yang dimarahi. Ayah pun memperkenalkan dirinya, menjelaskan panjang lebar kejadian yang sebenarnya, termasuk memberi tahu tadi anaknya sudah dibawa ke klinik, dapat 2 jahitan, harus minum obat, jenis obatnya apa saja dan harus diminum kapan saja.

"Aduuuuh, aa Kiki maafin anak saya ya, saya jadi malu sekali, sudah padahal mah gak usah sampai ke klinik segala, biarin aja kan ini salah si Ujang bukan salah aa" Terlihat orangtua anak itu sangat sungkan, berkali-kali mereka masih memarahi dan menyalahkan anak itu, berkali-kali pula Ayah mengingatkan bahwa anak kecil itu gak salah dan jangan dimarahi. Sungguh si Ayah jadi gak enak hati.


 Lalu setelah ngobrol sebentar si Ayah memutuskan untuk pulang.

"Jang, jangan lupa obatnya diminum ya biar nanti malam gak demam, tapi sebelumnya makan dulu ujangnya. Sebelum minum obat harus makan dulu, makan yang banyak biar cepat sembuh ya.." Begitu kata si Ayah, tapi anak tersebut hanya terdiam. Ibu dan bapaknya juga diam sambil menunduk seakan-akan malu akan sesuatu. Si ayah pun sedikit bingung, lalu tanpa sengaja matanya melihat ke arah meja makan yang ada disana. Meja makannya hanya ada teko air yang sudah uzur, selain itu kosong melompong. Ah...Ayah pun langsung mengerti. 

 Ayah mengambil selembar uang berwarna merah dari dompetnya.. "Ini buat Ujang jajan, ujang harus banyak istirahat ya, jangan kebanyakan main dulu"
Si anak yang daritadi banyak diam, langsung tersenyum lebar dan berkata "Alhamdulillah bapak, ujang dapat uang! Untung ya ujang tabrakan sama aa kiki, jadi ujang bisa dapat uang, bisa buat emak beli beras, kan kita sudah lama gak beli beras. Ujang udah lama pengen makan nasi!" 


 Deg..hati si Ayah saat itu langsung terasa sakit, tak terasa air matanya sudah ada dipelupuk mata. Sekuat tenaga Ayah menahan tangis. Anak kecil memang polos, tapi Ayah gak nyangka kalau si anak akan berkata sejujur itu. Dan kejujurannya itu bener-benar terasa menampar si Ayah.

 Saat ayah beranjak pergi dari rumah si Ujang, ibunya pun bergegas pergi ke arah pasar "Ibu mau kepasar? ayo bareng sama saya sekalian saya juga mau pulang"
Si ibu tampak kaget dan malu-malu "eh jangan aa, udah biarin ibu jalan kaki aja. Sudah cukup ah, aa sudah kasih banyak buat Ujang, segini saya sudah terima kasih banyak sama aa, saya gak mau ngerepotin aa lagi"


Si ibu itu pun berjalan cepat ke arah pasar, si Ujang menunggu didepan rumah sambil terus melambaikan tangan, dadah-dadahan sama si Ayah, dan terus tersenyum senang. Mungkin dia lupa akan rasa sakit di pelipisnya saking senangnya karena hari ini dia akan mendapatkan yang amat sangat dia inginkan, makan nasi!


"Ayah malu Nda, selama ini kita hidup tercukupi, walaupun toko gak selamanya ramai tapi untuk urusan makan masih bisa makan setiap hari. Tapi kita masih suka ngeluh, kepengen ini, kepengen itu. Sedangkan diluar sana ternyata masih ada orang yang cuma kepengen makan nasi, tapi saking susahnya mereka gak bisa beli beras sama sekali."


 Dan air mata Ayah pun menetes, tanpa sadar saya juga ikut meneteskan airmata. Awalnya saya ingin memarahi si Ayah karena kejadian ini, awalnya saya ingin mengeluh karena kejadian ini jadi keluar uang lumayan besar, tapi tak jadi. Saya gak marah. Saya gak cerewet tentang uang. Saya gak bisa berkata apa-apa lagi selain tersenyum dan mengelus punggungnya untuk menenangkannya.

 Disitu saya dan suami tersadar, tak selamanya 'musibah' itu identik dengan 'terkena sial', dll. Ternyata suatu musibah juga bisa membawa 'anugerah' bagi orang lain. Keluarga anak kecil itu tidak mengeluh, tidak juga menuntut apa-apa akan musibah yang terjadi, sebaliknya mereka malah bersyukur akan kejadian ini. Bersyukur akan kebaikan Ayah yang sebenarnya bentuk tanggung jawab Ayah terhadap anak kecil itu. Uang yang biasanya cuma dianggap 'uang kopi' si Ayah, ternyata amat sangat berarti dan bisa menyambung hidup mereka.

 Saya cerita disini bukan untuk menyombongkan diri atau apa, tapi sekedar untuk mengingatkan. Terutama mengingatkan diri saya sendiri. Saya dan suami sadar, selama ini kami masih kurang bersyukur dan peristiwa 'musibah' ini mungkin teguran bagi kami. Saya dan suami harus lebih bersyukur lagi dengan apa yang kita punya saat ini. Saya akan mengurangi keluhan-keluhan saya tentang uang belanja kurang atau harga2 yang naik, saya akan lebih bersyukur atas rezeki yang diberikan oleh suami, berapa pun itu! Ayah akan lebih berhati-hati lagi saat berkendara. Lebih semangat bekerja mencari rezeki dan tidak melupakan bahwa di setiap rezeki yang kita dapat, ada rezeki milik orang lain disana. 


(^_^) BE THANKFUL FOR WHATEVER YOU HAVE
Suka dengan artikel ini? Jangan lupa klik LIKE & SHARE. Terima Kasih!!

10 comments:

  1. bikin sesenggukan bacanya ;) nice story

    ReplyDelete
    Replies
    1. si ayah pulang2 nangis duluan sebelum cerita detailnya, gue kan kaget & panik, udah mikir negatif aza...eh ternyataa...hiksss mewek bersama dech

      Delete
  2. Gak nyangka ya... Benar2 ada orang susah dinegeri ini, masih banyak ujang2 yang lain.. jadi banyak bersyukur kalau kaya gini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, suami bener2 kaget pas si ujang dengan polosnya ngomong gitu. Merasa maluuu banget, kita yang mampu banyak ngeluh & nuntut pengen ini-itu, sedangkan keluarga ujang yang kekurangan bisa sesabar itu hanya demi beras... (T_T)

      Delete
  3. wahh.. inspiring banget ceritanya. jadi ngingetin aku juga kalo harus banyak2 bersyukur.

    www.nellanelwan.com

    ReplyDelete
  4. wah aku juga jadi terinpirasi banget. Makasih ya kak Putri buat ceritanya :)

    ReplyDelete
  5. Baca ini tuh sedih banget rasanya...

    Aku juga, seorang single parent, bekerja buka warnet jaga sendiri. Kadang ngeluh kok idup gini banget ya, toko sepi, anak terkadang rewel minta ini itu.

    Padahal kalau dipikir idup aku udah bagus banget, makan tiap hari pasti ada lauk pauk lumayan lengkap. Anak bisa sekolah walau cuma di sekolah swasta kecil dekat rumah. Punya motor juga udah bagus, mau ke mana2 gampang hahaha

    Nice story banget lah mbak post-an ini <3333

    http://farrelandmerry.blogspot.co.id/

    ReplyDelete
  6. Terimakasih atas informasinya :) semoga sukses slalu .. Ditunggu informasi menarik selanjutnya :) senang berkunjung ke website anda, terimakasih. sekali lagi thanks.

    ReplyDelete
  7. Terharu. Aku sampai menitikkan air mata Bun. Intinya, kita memang harus banyak-banyak bersyukur ya bunda... masih banyaaak banget orang yang kurang beruntung.

    ReplyDelete

(^_^) Thanks for reading..
Bila ada pertanyaan, silahkan tinggalkan komentarnya. I will try to reply as soon as possible. NO SPAM !! Semua komen spam & spam link yg tidak berhubungan dengan postingan akan di hapus! (^_^) Arigatou ne