.

Taxi Bandung


 Saya itu dari zaman dulu kalau naik taxi selalu pilih kasih, gak pernah mau naik taxi lain selain taxi yang gambarnya burung biru. Ada banyak alasan kenapa saya hanya mau naik taxi itu, di antaranya aman, argonya pasti, aman, argonya pasti, aman, ahahaha. Entah sugesti atau memang begitulah adanya, karena tidak ada jaminan 100% sech kalau taxi burung biru itu pasti aman.

 Nah, kalau jalan-jalan ke bandung saya agak susah nyari taxi burung biru ini, kalaupun ada pasti ada penumpangnya. Mungkin banyak yang 1 pemikiran dengan saya, jadi banyak yang pengen naik taxi ini atau memang jumlah armadanya sedikit. Saya butuh waktu 10-15 menit untuk mendapatkan taxi ini di pinggir jalan, karena saya biasanya nyetop taxi langsung gak pake calling2 call center, hehehe. Saya lebih baik nunggu sampe jamuran atau jalan kaki daripada harus naik taxi lain karena saya banyak mendengar kabar bahwa taxi di Bandung suka mainin argolah, maunya boronganlah, ya inilah-itulah, pokoknya bikin saya ngeri naik taxi lain.

 Tapiiiii...saat pulang dari liburan keluarga (nanti saya cerita di post yang terpisah) di Bandung kemarin, saya dihadapkan pada situasi yang saya gak suka. Taxi yang mangkal didepan hotel bukan taxi burung biru! Kalaupun saya panggil taxi burung biru untuk datang pastilah gak enak sama jajaran sopir taxi yang sudah menunggu dengan manis didepan hotel. Ugghhhhh, mau gak mau saya 'terpaksa' dengan berat hati dan agak was-was naik taxi itu.

AA taxi bandung



 Taxi yang berwarna kuning ini masih tergolong taxi baru, jadi mobilnya masih pada kinclong. Sopir taxinya memakai baju batik seragam. Saat itu saya memilih duduk di belakang sopir, ade Virgie di tengah, si Ayah si samping kiri, sedangkan kaka Viqie duduk di depan. Koper & seabrek-abrek barang bawaan disimpan di bagasi.

 Sejak naik, duduk saya kurang nyaman, mata saya langsung tertuju kepada argo yang ada di dashboard, hahaha. Saya selalu memastikan bahwa taxi yang saya naikin argonya jalan & jalannya bener. Saya lebih waspada karena saya baru pertama kali naik taxi yang bernama AA taxi ini. Si ayah sech santai-santai saja & mulai memberitahukan tujuan ke pak sopir yang ternyata orang Garut, jadi si Ayah ngomongnya pakai bahasa sunda.

 Awalnya tujuan kita itu ke terminal bus Cicaheum, dari sana kita berencana naik bus ke Sumedang. Tapi ditengah jalan sopirnya bercerita sama si Ayah bahwa dulu dia pernah mengantarkan penumpang hingga ke Cirebon, jadi dia tau arah jalan ke Sumedang karena belum lama ini lewat sana. Hmmmmm... saya mulai melirik-lirik si Ayah, apa maksudnya dia cerita gitu? Pasti mau nawarin borongan ke Sumedang dech, pasti minta mahal dech, aaah tau gitu tadi gak naik taxi ini! Begitulah pikir saya saat itu, langsung negatif thinking, hehehe

 Lalu si Ayah malah iseng bertanya, "Wah kalau begitu argo ke sumedang berapa?" Duuuh si Ayah kok malah nanya gitu, jangan ditanyain gitu nanti sopirnya ngegetok harga deeech! geram saya dalam hati. Sopirnya lagi-lagi bercerita panjang lebar, intinya biaya argo ke sumedang seingat dia 175.000. Tanpa pikir panjang si Ayah langsung berkata "Ya sudah, gak jadi ke Cicaheum, antar kita langsung ke Sumedang kalau begitu, saya sewa taxinya ya?" Halaaaah si Ayah pake pengen nyewa taxi segala! Saya sudah mau bisik-bisik ke Ayah saat mendengar pak sopir menjawab "Maaf pak, taxinya ga disewain tapi pakai argo, kalau bapak minat di antar ke Sumedang saya harus laporan dulu ke pusat. Biayanya ya sesuai argo, tapi karena mengantar keluar kota ada tambahan biaya 50% dari biaya argo" Ternyata sopirnya gak ada maksud untuk nawarin harga borongan & nge-getok harga nech, tapi apa maksudnya biaya 50%???

 Lalu sang sopir pun menjelaskan panjang lebar, bahwa biaya 50% itu berlaku bila kita minta di antar keluar kota & hanya sekali jalan, jadi taxi pulangnya kosong. Nah si biaya 50% ini bagai 'ongkos pulang' taxi tersebut. Jadi maksudnya biaya 50% itu dihitung dari total biaya argo akhir, misalnya argo ke Sumedang Rp 175.000, jadi 50% -nya berarti sekitar Rp 87.000. Tinggal ditambahkan saja Rp 175.000 + Rp 87.000 = Rp 262.000 jumlah yang harus kita bayar.

 Hmm...penjelasannya sech masuk akal tapi takutnya pada praktiknya dia gak bener lagi, saya masih tetap curiga, curiga ditengah jalan argonya jadi kayak argo kuda, melonjak tinggi ke angkasa, haha. Eh, tapi si Ayah langsung setuju untuk di antar hingga ke rumah di Sumedang naik taxi ini! Saya melotot tajam ke si Ayah, sedangkan pak sopir dengan nada suara yang bahagia bicara bahwa dia harus minta izin dulu dengan pusat. 

 Oh tenyata, pak sopir ini bicara dengan pusat melalui alat komunikasi yang ada di taxi (apa sech namanya? saya gak tau, haha) Suara operator kantor taxi itu pun terdengar jelas, operatornya mengingatkan sopir taxi untuk memberitahu masalah kebijakan biaya 50%. Hmm..berarti biaya 50% itu bener kebijakan dari kantornya bukan akal-akalan sopir. Sopir pun lanjut cerita bahwa semua kegiatan pasti di monitor oleh pusat, bahkan setiap armada AA taxi ada GPS-nya jadi para sopir gak bisa ngebohong ataupun mainin argo karena pasti ketahuan oleh pusat & sanksinya dipecat. Pak sopir itu berkata "Saya gak mau nyari uang receh haram dengan cara licik, resikonya juga gede, lebih baik nyari duit halal walaupun sedikit" Lama-lama saya salut juga sama bapak sopir yang jujur & taxi kuning ini, gak nyangka kalau ternyata kualitas pelayanannya sama seperti taxi burung biru favorit saya.

 Akhirnya, taxi kuning ini pun melaju ke arah Sumedang dengan mata saya yang masih tetap mengawasi argo, hahaha. Walaupun saya sudah merasa bapak sopir ini jujus, saya tetap khawatir argonya melonjak tinggi, khawatir hitungan perkiraan pak sopir itu meleset. Jadinya saya gak bisa tidur dijalan sedangkan anak-anak tidur pulas banget, si Ayah masih terus ngobrol dengan pak sopir yang setelah saya pikir-pikir sebenarnya orangnya selain jujur juga sangat baik & ramah. Sayanya aza yang sudah negatif thinking duluan sama dia, hahaha.

  Perjalanan Bandung - Sumedang naik taxi pun terasa sangat singkat, sama seperti naik mobil pribadi, yang jelas jauh lebih nyaman ketimbang saya harus naik bus. Jadinya saya bersyukur juga naik taxi yang awalnya saya pandang negatif ini, padahal sebenarnya pelayanannya setara dengan si burung biru kesayangan saya. Saat sampai depan ruko, situasi di sekitar lagi ramai, jadinya banyak orang-orang yang pada ngeliatin. Mungkin mereka bingung, kenapa ada taxi nyasar kesini, maklum di Sumedang gak ada taxi, adanya taxi kuda alias delman, hahaha.

Argo AA taxi

 Argo akhir saya pas Rp 207.160, ditambah biaya 50% sebesar Rp 103.580, jadi jumlah yang saya harus bayar Rp 310.740, karena suami saya suka dengan pak sopir itu, dia memberikan uang tip yang lumayan besar. Bapak sopir itu senang luar biasa, dia sampai memberikan kartu namanya, dia bersedia mengantar bila kita butuh taxi di Bandung, tapi harus tetap sesuai argo katanya, hahaha.

 Gak terasa ngetik pengalaman saya naik taxi bandung, eh kok panjang banget yach postingannya, hahaha :-p Gak pa-pa laaaah, biar bisa jadi referensi buat yang lain. Setelah pengalaman ini saya jadi punya 2 taxi favorite, burung biru & si kuning. Next time kalau di Bandung kelamaan nunggu taxi favorite no 1, saya akan naik favorite no 2 sajaaaaa...! Hahaha. Semua ini berdasarkan pengalaman saya saja looh, orang lain pasti punya pendapat sendiri mengenai taxi bandung kesukaan mereka. 

 Apapun taxinya kita harus tetap ingat untuk selalu waspada saat naik taxi, apalagi kalau pergi sendirian. Usahakan jangan naik taxi di tempat yang sepi & gelap, perhatikan nomor taxinya, tanda pengenal sopirnya & nomor Call Center taxi tersebut yang biasanya tertera di pintu mobil, catat di kertas atau difoto pakai HP buat jaga-jaga kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

 Punya pengalaman naik taxi bandung juga gak? cerita dong sama saya, siapa tau bisa untuk nambah wawasan per-taxi-an saya, jadi nanti favorite saya nambah, hahahaha


(^_^) JALAN-JALAN NAIK TAXI YUK...! 
Suka dengan post saya? Jangan lupa klik LIKE dan SHARE yach,,Terima Kasih!  

2 comments:

  1. Terimakasih banyak atas apresiasinya. Kami dari management AA Taksi sangat berterimakasih karena ibu ikut mereferensikan pelayanan taksi kami. Kami juga rindu mengajak seluruh masyarakat untuk dapat saling menjaga, mengawasi dan meningkatkan kualitas pelayanan jasa transportasi di daerah Bandung dan sekitarnya.

    Izin share di fanpage FB kami ya Bu.... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah saya jadi malu ada pihak management Taxi AA kesini,,xixixi..maaf yach saya sempat negatif thinking dulu sama taxi anda :-p
      Saya malah baru tahu kalau Taxi AA punya fanpage, boleh dishare juga disini apa nama fanpagenya :-)

      Delete

(^_^) Thanks for reading..
Bila ada pertanyaan, silahkan tinggalkan komentarnya. I will try to reply as soon as possible. NO SPAM !! Semua komen spam & spam link yg tidak berhubungan dengan postingan akan di hapus! (^_^) Arigatou ne