.

Bahaya Menonton Televisi Terlalu Lama Pada Anak Balita


tips positive parenting

Tahukah Anda bahwa setidaknya sepertiga dari rumah tangga memiliki TV yang terus dihidupkan sepanjang waktu. Ini masih bisa saya mengerti. Tapi apakah Anda tahu bahwa satu dari empat anak usia balita memiliki TV di kamar tidur mereka? 


  Orang tua dan dokter anak sekarang sibuk mempertanyakan tentang batasan terlalu banyak menonton TV. Apakah menonton TV terlalu lama mempengaruhi tumbuh kembang balita anda? Apakah TV yang menyebabkan ADHD ( Attention Deficit Hyperactivity Disorder ) ? Buat anda yang belum tahu ADHD lebih dikenal dengan istilah hiperaktif adalah gangguan perkembangan pada motorik anak-anak sehingga aktifitas mereka jadi cenderung tidak lazim dan berlebihan. Ciri-ciri yang sering kali muncul seperti aktifitas yang berlebihan, suka membuat keributan, gelisah, sulit untuk memfokuskan diri, sulit mengontrol perilakunya.

  Studi baru yang pernah saya baca bahkan mengatakan bahwa terlalu banyak menonton TV itu adalah salah satu faktor pemicu ADHD. Semakin lama balita Anda terlalu sering menonton TV, semakin besar resiko mereka terserang ADHD atau hiperaktif. Dan akan meningkatkan resiko terserang obesitas dini. 


 Coba sekarang anda pikirkan. Jika balita Anda menonton TV sepanjang hari, kapan mereka memiliki kesempatan untuk menggunakan imajinasi mereka sendiri? Mereka tidak menikmati hari-hari ketika pergi bermain ke luar adalah solusi untuk mengatasi kebosanan, karena mereka lebih suka menonton TV atau DVD di rumah dan bermain playstation selama berjam-jam. Kita pun sebagai orang tua terkesan membiarkannya begitu saja dengan alasan "saya sibuk berkerja", "agar anak anteng", dll.

  Ketika saya masih kecil, nenek saya akan menyuruh saya keluar dan bermain bila dia melihat saya menonton TV terlalu lama. Jika saya malas keluar rumah, nenek saya akan memberikan wejangan Dan bercerita panjang lebar tentang zaman masa kecilnya yang tidak ada TV dan anak-anak selalu kreatif  'menciptakan' mainan untuk bermain karena zaman nenek saya dulu mana ada barbie, mobil remote control atau playstation. Saya yang malas mendengarkan ceritanya yang di ulang-ulang akan langsung kabur keluar dan tinggal di luar selama berjam-jam! hahahaha. Saya harus menggunakan imajinasi saya untuk mengatasi rasa bosan. Saya akan bermain masak-masakan menggunakan daun & bunga yang saya petik dari kebun, meluncur menuruni bukit memakai kereta luncur buatan kakek saya (bentuknya seperti gerobak kecil ;-) ) dan bermain dengan teman-teman yang tinggal satu komplek dengan saya (karena mereka juga bernasib sama dengan saya,,di suruh main di luar daripada bengong di rumah,,hahaha).
   
  Tahukah Anda? Anak usia balita harus aktif secara fisik selama sekitar satu jam sehari. Tetapi penelitian telah menunjukkan bahwa kebanyakan anak usia balita sekarang hanya aktif selama 20 menit. Banyak diantara kita yang bertanya-tanya mengapa begitu banyak anak-anak yang menjadi gemuk, sudah tentu karena mereka kurang aktif bergerak! Apakah anak anda termasuk dalam terlalu banyak menonton TV dan kurang aktif bergerak???

  Saat ini, kebanyakan orangtua terlalu kuatir untuk membiarkan anak-anak mereka bermain keluar rumah. Orangtua zaman sekarang lebih suka menyediakan TV untuk menjaga anak-anak mereka terhibur. Apalagi saat ini ada televisi kabel dengan acara seperti Nickelodeon, Space toon, Disney channel, dan berbagai acara kartun mulai dari subuh hingga malam hari Anda dapat dengan mudah menjaga anak Anda terpaku ke TV sepanjang hari!

 But that is not a smart choice Mom! 

 Membiarkan anak, terutama anak balita menonton tv / bermain gadget terlalu lama bukanlah pilihan bijak. Maka dari itu sejak anak-anak masih balita hingga sekarang usia SD, saya selalu membatasi waktu menonton anak saya, bila mereka melanggar aturan saya, saya tak segan mematikan TV dan menyembunyikan remote TVnya. Saya tegas tapi ini semua untuk kebaikannya juga.

 Apakah anda masih bingung cara agar anak-anak mengurangi waktu menonton & bermain gadgetnya? 

 Sebenarnya ada banyak cara untuk mengurangi jumlah waktu anak-anak Anda menonton TV. Ada juga banyak hal yang harus dilakukan agar anak-anak Anda lebih aktif bergerak dan tidak menjadi pemalas.

- cari tahu apa alasan anak anda suka menonton televisi? apakah karena mereka suka mendengarkan musik di TV? Alih-alih menyalakan TV untuk mereka, lebih baik anda menyetel CD musik dan mengajak mereka untuk bernyanyi atau berjoget mengikuti irama musik.
- Jangan biasakan membiarkan anak makan di depan TV. Buatlah waktu makan, waktu untuk seluruh keluarga duduk bersama dan berbincang mengenai kegiatan hari itu.
- Cobalah menawarkan hadiah kepada anak Anda untuk tidak menonton TV.  Mungkin ajakan bermain bersama bisa membuat anak anda sejenak melupakan acara TV.
- Alihkan balita Anda dengan hal-hal lain, seperti mainan atau puzzle. Jangan biarkan TV menyala ketika anak anda bermain puzzle atau dia akan kembali menonton TV.
- Pergi ke luar dan biarkan anak Anda mengeksplorasi. Bermain keluar rumah akan memperkenalkan anak Anda kepada hal-hal baru, tapi biarkan mereka berjalan sendiri bukan naik kereta dorong. Kegiatan ini  juga akan membantu meningkatkan aktivitas fisik mereka.
- Membaca buku adalah bagian yang sangat penting dari kehidupan anak Anda. Ini mendorong dan meningkatkan imajinasi mereka. Ini juga penting untuk perkembangan bahasa mereka. Belikan lah anak anda buku cerita yang bergambar agar menarik perhatiannya.
- Beri batasan waktu berapa lama anak anda boleh menonton TV. Matikan TV setelah 1 jam, biarkan anak bermain yang lain selama beberapa jam sebelum dia diperbolehkan menonton TV lagi.
- Pastikan Anda mendiskusikan aturan tentang TV yang telah anda buat dengan seluruh anggota keluarga dan pengasuh anak anda.

   Dengan mengurangi menonton televisi atau penggunanaan gadget, Anda akan memiliki balita yang lebih aktif & juga akan meningkatkan hubungan Anda dan pasangan karena anda akan lebih sering berkomunikasi dan beraktifitas bersama, ujung-ujungnya keluarga akan lebih harmonis. Harap diingat, jangan sampai anda melarang anak-anak menonton TV atau bermain laptop akan tetapi anda & pasangan tetap sibuk dengan laptop dan smartphone. Memberikan contoh adalah metode pengasuhan yang paling terbaik!

  Please remember, anda tidak harus membawa anak Anda kembali ke zaman batu dengan mematikan semua peralatan elektronik yang anda punya. Akan tetapi mengisi hari-hari mereka dengan berbagai aktifitas kreatif atau kegiatan positive yang tidak melibatkan gadget itu penting bagi pertumbuhan dan perkembangan mereka nantinya. Percaya dech sama saya, mereka akan sangat berterima kasih pada anda ketika mereka sudah dewasa nanti.


**Sejuta terima kasih untuk Alm. Eyang putri & Eyang kakung yang tak bosan-bosan memberikan wejangan kepada saya dan mengingatkan saya untuk melakukan hal yang sama kepada anak-anak saya (cucu buyut mereka). Sungguh bila dulu saya sebal dan malas mendengar cerita mereka, sekarang saya kangen sekali ingin mendengar cerita panjang lebar tentang masa kecil mereka...



*NOTES*
Artikel ini dibuat berdasarkan hasil survey & pengalaman pribadi saya dan artikel ini untuk diikutsertakan dalam #LombaBlognakita  #positiveparenting



(^_~)* START POSITIVE PARENTING FOR SMARTER FUTURE!
Suka dengan artikel ini? Jangan lupa klik LIKE dan SHARE yach,,Terima Kasih!!! 

1 comments:

(^_^) Thanks for reading..
Bila ada pertanyaan, silahkan tinggalkan komentarnya. I will try to reply as soon as possible. NO SPAM !! Semua komen spam & spam link yg tidak berhubungan dengan postingan akan di hapus! (^_^) Arigatou ne